Kamis, 03 Desember 2009

Ismail adalah simbol dari segala yang kita miliki dan cintai

Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto menjadi Khotib pada pelaksanaan Sholat Idul Adha 1430 H bertempat di Sekolah Tinggi Kesehatan Permata Indonesia Jl.Menteri Supeno Yogyakarta, Jumat (27/11) .Sedangkan Ustad Dahlan Syah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandean Umbulharjo Yogyakarta bertindak sebagai imam. Dalam kotbahnya di depan ratusan Jemaah Pandean Umbulharjo , Walikota mengatakan pengorbanan Ibrahim dan Ismail adalah peristiwa besar dalam sejarah perjalanan kehidupan umat manusia. Peristiwa ini berlandaskan pada keikhlasan dan rasa cinta kepada Allah SWT. Mengutip pernyataan Dr. Ali Syariati dalam bukunya berjudul Al Hajj yang mengatakan Ismail adalah sekedar simbol dari segala yang kita miliki dan cintai dalam hidup ini.

Walikota menambahkan simbol Ismail dalam diri kita bisa jadi adalah diri manusia itu sendiri, beserta keluarga, anak dan istri, harta kekayaan, pangkat dan jabatan. ` Yang jelas seluruh yang kita miliki bisa menjadi Ismail kita yang karenanya kita akan diuji dengan itu`. Ditambahkan, kecintaan kepada `Ismail kita` kerap membuat iman manusia goyah atau lemah untuk mendengar dan melaksanakan perintah Allah SWT. Kecintaan akan Ismail kita yang berlebihan akan membuat manusia menjadi egois, serakah dan tidak mengenal batas kemanusiaan.



Peristiwa Nabi Ibrahim dan putranya Ismail menurut walikota memiliki dua makna dimensi yang bersifat vertikal dan horisontal. Secara vertikal kejadian simbolik merupakan upaya pendekatan diri dan dialog dengan Tuhan dalam rangka menangkap nilai dan sifat Ketuhanan. Sedangkan makna horisontal melambangkan keharusan manusia membangun hubungan yang baik antar sesama manusia dan untuk membumikan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Walikota mengajak kaum muslimin dan muslimat dengan berbagai jabatan dan profesinya masing-masing untuk menjadikan nilai-nilai substansi pengorbanan Ibrahim sebagai nilai-nilai yang selalu melekat dalam kesehariannya. ` Marilah nilai substansi pengorbanan Ibrahim dapat kita jadikan nilai-nilai keseharian, nila-nilai dalam kita bekerja untuk para pegawai, nilai-nilai dalam kita berdagang untuk para pengusaha, nilai-nilai dalam kita menjalankan tugas untuk para pejabat dan pegawai negeri, nilai -nilai dalam kita mendalami dan menyebarkan ilmu untuk para cendikianwan,` ajak Walikota.

source : http://jogjakota.go.id

0 komentar:

 
© Copyright by PRM Pandeyan  |  Template by Blogspot tutorial